Sabtu, 25 November 2017

Empat Pendekatan Arsitektur Islam

Dalam Kuliah Umum Filsafat Ilmu pada 1 Oktober 2017 yang lalu di Ma’had Aly Imam Ghazaly Surakarta, Dr. Syamsuddin Arif menyampaikan empat pendekatan Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang terdiri dari pendekatan (1) Apologi; (2) Historis; (3) Praksis; dan (4) Filosofis. Sebelum dijelaskan keempat pendekatan tersebut, saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai apa yang dimaksud dengan Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Secara umum dan singkat, Islamisasi Ilmu Pengetahuan ialah sebuah ikhtiar kerja keilmuan yang dilakukan oleh umat Islam untuk menyerap capaian ilmu pengetahuan yang diproduksi oleh peradaban lain, dalam konteks zaman kini ialah Peradaban Barat Modern, untuk dimilikinya sebagai bagian dari khazanah Peradaban Islam. Tingkat urgensi dilakukannya Islamisasi Ilmu Pengetahua adalah agar ilmu pengetahuan yang diserap tidak bertentangan dan agar berkesesuaian dengan asas keyakinan Islam yang dianutnya, yakni Tauhid, tujuan Islam maupun kebutuhan-kebutuhan umat Islam. 

Empat pendekatan Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang disampaikan oleh Dr. Syamsuddin Arif dapat digunakan untuk memahami pewacanaan Arsitektur Islam dan sebagai sebuah pemikiran dapat digunakan untuk merumuskan Arsitektur Islam. Pernyataan saya ini memiliki tiga argumentasi. Pertama, Arsitektur Islam berada dalam ranah ilmu pengetahuan Islam atau sains Islam dan bukan merupakan bagian dari Teologi Islam, walaupun antara keduanya tidak dapat dipisahkan dan sangat berkaitan erat. Kedua, perumusan Arsitektur Islam dalam konteks dunia modern saat ini mendapatkan momentum dan tantangan dari Peradaban Barat Modern yang tengah mendominasi keilmuan maupun keprofesian arsitektur di seluruh dunia, sehingga ikhtiar Islamisasi Ilmu Pengetahuan di bidang arsitektur menjadi relevan untuk dilakukan. Ketiga, secara sosiologis dalam pewacanaan dan perumusan Arsitektur Islam, keempat pendekatan tersebut telah digunakan hingga membentuk komunitas pengusungnya masing-masing, baik komunitas formal yang bernaung di bawah suatu institusi perguruan tinggi atau institusi selainnya maupun komunitas imajiner yang merupakan kumpulan berbagai individu yang secara tidak sadar memiliki kesamaan pandangan. 

Dalam tulisan ini akan dijelaskan keempat pendekatan Islamisasi Ilmu Pengetahuan dalam konteks Arsitektur Islam sebagai ikhtiar saya untuk memetakan pewacanaan Arsitektur Islam yang hingga kini masih berlangsung dan sebagai dasar untuk menyusun serta menawarkan sebuah agenda bersama dalam upaya pewacanaan dan perumusan Arsitektur Islam. Untuk itu tulisan ini terdiri dari dua rangkaian tulisan. Pada tulisan pertama memuat pendekatan Arsitektur Islam berdasarkan empat pendekatan Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang disebutkan dan dijelaskan singkat oleh Dr. Syamsuddin Arif. Sedangkan penjelasan panjang lebar dan kontekstualisasi pembahasannya dalam bidang arsitektur berasal dari pemahaman saya terkait keempat pendekatan tersebut, baik dari mempelajari buku maupun pengalaman menerapkan dan atau berinteraksi dengan pengusungnya. Dilanjutkan tulisan kedua yang memuat tawaran saya mengenai agenda bersama dalam pewacanaan dan perumusan Arsitektur Islam beserta dengan tahap-tahap, langkah-langkah dan penjelasan yang dibutuhkan.

*****