Rabu, 14 Maret 2018

Menafsir Sudalmiyah Rais

Pada hari Ahad tertanggal 3 Desember 2018, Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dihadirkan di lingkungan Kampus 2 diresmikan. Pada hari itu disampaikan oleh Dr. Sofyan Anif selaku Rektor UMS perihal nama yang diberikan dan disandang, yakni Masjid Sudalmiyah Rais. Setelah sambutan dari Rektor, acara peresmian Masjid Kampus UMS yang dibalut dalam agenda Hari ber-Muhammdiyah dilanjutkan dengan Tausiyah dari Prof. Amien Rais yang menyoroti peran Muhammadiyah pada hari kini dan suatu fenomena yang beliau istilahkan dengan ‘A State Above a State’ alias negara di atas negara untuk menjelaskan terdapatnya sekelompok kecil pemilik modal yang memiliki kedudukan di atas negara karena memiliki kuasa ekonomi untuk menyetir dan mengarahkan jalannya pemerintahan dengan tujuan memuluskan kepentingan ekonominya. Dua contoh disampaikan Prof. Amien Rais untuk membuktikan terdapatnya fenomena ‘A State Above a State’, yakni Freeport dan pembangunan Kota Meikarta oleh pengembang swasta. Prof. Din Syamsuddin tercatat sebagai tokoh ketiga yang naik ke atas mimbar untuk membacakan doa dan ditutup oleh Prof. Yunahar Ilyas sebagai perwakilan dari Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk secara formal meresmikan Masjid Sudalmiyah Rais. Rangkaian acara ditutup dengan lantunan adzan dan shalat jama’ah pertama di Masjid Sudalmiyah Rais yang secara tradisi merupakan milik umat Islam dalam meresmikan Rumah Allah, sebagai penanda sekaligus pengingat bahwa tujuan pendirian masjid adalah semata untuk bersujud kepada-Nya.

Gambar: Masjid Sudalmiyah Rais di lingkungan Kampus 2 UMS
Sumber: Dokumentasi pribadi, 2018

Terdapat dua hal yang menarik untuk disoroti mengenai Masjid Sudalmiyah Rais. Yang pertama mengenai penamaan Masjid Kampus 2 UMS yang dari segi penamaannya dinisbatkan kepada ibunda Prof. Amien Rais. Dijelaskan oleh beliau pada acara peresmian, bahwa penamaan Masjid Sudalmiyah Rais dikarenakan peran dan jasa Ibu Sudalmiyah Rais sebagai salah satu tokoh pendiri UMS. Prof. Amien Rais hendak menggiring persepsi publik agar tidak terjadi penafsiran liar yang mengkaitkan penamaan Masjid Sudalmiyah Rais dengan agenda politik Muhammadiyah atau UMS apalagi pandangan dan arah politik beliau secara pribadi. Seakan beliau hendak menegaskan, memanglah penamaan Masjid Sudalmiyah Rais memiliki kaitan erat dengan identitas dan kesejarahan UMS, bukan yang lain. Tetapi seorang Amien Rais pun tidak mampu mengarahkan dan membatasi pemikiran seluruh manusia karena pada saat dan pasca peresmian, beberapa kali saya mendapati obrolan yang mempersoalkan penamaan Masjid Sudalmiyah Rais yang diduga memiliki motif politik, terlebih jika dikaitkan dengan substansi Tausiyah yang disampaikan oleh Prof. Amien Rais pada acara peresmian.